Content View Hits : 144663

 

 

 

 

 

 

We have guests online

Berhandphone Ria Ditengah Ibadah

13APRIL_SHORT2012

Teknologi berkembang pesat, seolah olah teknologi menjadi sebuah “tuhan” baru bagi banyak orang. Tidak sedikit orang mendewakan barang eletronikanya, barang bernama gadget, entah itu handphone atau smartphone, entah android atau blackberry kini menjadi barang yang sangat lumrah dimiliki dari anak anak sampai kakek nenek. Sayangnya kelatahan ini semakin menjadi jadi, bahkan keberadaan handphone dan fungsinya semakin salah kaprah, semakin menggila. Jaman memang sudah edan !

Lima tahun lalu saya pernah menulis di sebuah media, bahwa semakin maju jaman maka penjajahan barang eletronika akan menjadi kenyataan, tidak kenal waktu, tidak kenal tempat, handphone akan digunakan dalam kondisi apapun. Kini prediksi saya pun tidak salah. Ironis memang, saya pribadi yang berkecipung dalam dunia informasi teknologi tidak pernah mendewakan atau mempertuhankan barang eletronika. Seorang teman menanyakan saya : Anda khan orang yang bekerja dengan internet, gimana kalau pas anda membutuhkan internet namun koneksi tidak mendukung ? jawaban saya santai saja, saya hanya kehilangan pendapatan karena tidak adanya internet, tapi saya tidak kehilangan hidup saya. Yang saya lakukan adalah ya mencari solusi bisa online, kalau sudah nggak bisa ya tidur saja.

Namun kini kelakukan orang yang salah menerapkan teknologi semakin menggila bahkan tidak tahu etika. Sering saya memergoki orang menggunakan handphone ketika beribadah entah gereja atau tempat ibadah lain, yang paling sering dilakukan orang yang tidak tahu etika semacam itu biasanya membalas sms atau bahkan lebih parah melakukan BBM ( Blackberry Messenger ).

Dalam satu hari ada 24 jam seminggu 168 jam, jadi kita seharusnya bisa menyingkirkan handphone kita 1,5 jam saja untuk Tuhan setiap minggu bagi yang beragama kristiani. Ibadah merupakan hubungan relasi dengan Tuhan, hati kita bisa bersih dan suci tanpa dikotori dengan bermain main dengan handphone kita. Ada waktu untuk Tuhan dan ada waktu untuk handphone, filosofi ini sebaiknya dipegang bagi para penggila gadget.

Penggunaan handphone ditengah ibadah bisa dianggap sebagai tindakan pelecehan, kita berhubungan dengan Tuhan namun tangan dan pikiran serta hati tertuju pada layar handphone. Tak sedikit ada yang terang terangan mengangkat handphonenya ketika orang lain sedang khusyuk khusyuknya berdoa. Tak pakai malu segala, bahkan yang malu malu melakukan dengan cara sembunyi, tangan masuk ke dalam tas dan kemudian di dalam tas tersebut terjadi proses pembalasan sms bahkan ada yang senyam senyum.

Saya ada kisah yang benar benar membuat saya tertegun, ketika bersama keponakan ke gereja mengikuti misa, di deretan sebelah kanan ada seorang ibu yang tidak saya kenal tersenyum sampai memandang ke dalam tasnya, keponakan saya menanyakan ketika melihat ada handphone di buka di dalam tas.

“Buuu .. hapenya lucu ya ?” tanya keponakan saya. Astaganaga ! saya sampai terperanjat karena keponakan saya bicaranya keras. Sontak wanita itu sampai terperanjat dan mukanya memerah, apalagi sang romo sedang berkhotbah dan mata sang romo menyorot pada keponakan saya dan langsung beralih ke sang wanita. Akibatnya sang wanita tersebut menjadi inti kotbah, sang wanita menjadi sangat malu dan akhirnya meminta maaf sama romo selepas misa, selepas misa sang wanita mendatangi keponakan saya.

“Terima kasih Nak .. Ibu terasa disadarkan oleh anak kecil .. Ibu janji tidak akan mengulangi lagi”. Saya hanya tersenyum saja, belum selang berapa lama ketika keluar dari pelataran gereja, terjadi kecelakaan, saya awalnya tidak peduli, tapi melihat baju yang dipakai wanita itu membuat saya tertegun, betapa berat hukuman dari Tuhan jika kita mengabaikanNya, untung sang wanita itu tidak meninggal namun handphone yang harganya mahal itu ludes terlindas ban mobil yang menabraknya, ditambah biaya perawatan di rumah sakit yang membuat ekonomi keluarganya menjadi morat marit.

Mari kita ubah diri kita, kita harus membiasakan mematikan handphone kita ketika mengikuti ritual ibadah demi hubungan relasi dengan Tuhan. Seandainya anda memang tidak mau mematikan handphone anda, lakukan dengan mengubah ke flight mode, sehingga tidak ada sinyal masuk, atau mungkin alasan tertentu anda bisa mematikan getar dan deringnya, yang penting jangan sampai dibuka dalam beribadah. Namun yang terbaik mematikan handphone kita karena Tuhan tahu mana yang terbaik bagi kita sendiri. Jangan jangan kebiasaan buruk itu lama lama membuat tulah atau kuwalat anda di lain waktu. Selamat bermawas diri !

( Yohan Kusmintoro : Budayawan dan sosiolog pemerhati dunia IT )

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL