Content View Hits : 144539

 

 

 

 

 

 

We have guests online

STGS Network Jaringan Theresiana Schools

26JUNE_SHORT2011

Pembuatan STGS Network memakan waktu yang cukup lama, setelah mengalami banyak pertimbangan serta desakan para guru dan karyawan yang ingin koneksi internet stabil, yang bertujuan mendukung proses pendidikan. Pada awalnya penamaan jaringan di kampus kita menggunakan nama Theresiana Schools Network. Namun dalam perkembangan ke depan akhirnya diputuskan dengan nama STGS Network. Tentunya bagi kalangan kita sendiri penamaan dengan STGS menjadi rancu bahwa itu merupakan program immersi. STGS tidak lain Saint Therese Global School, dalam arti sempit sering dianggap sebagai program immersi, namun STGS merupakan wujud perjalanan sekolah kita menyongsong era RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ).

STGS Network menggantikan koneksi dan jaringan internet lama yang selama lebih satu tahun menemani kita lengkap dengan segala kelambanan dan kelemotannya. Tidak mudah bagi saya membangun jaringan di lingkup kampus kita, terkadang saya dicemooh, diomeli, diprotes gara gara mematikan koneksi internet dari Des net selama 2 bulan sampai kembali kita masuk ajaran baru. Belum lagi koneksi internet yang lama merupakan tinggalan saat saya belum bekerja di lingkungan Yayasan Bernardus.

Dengan segala kerendahan hati atau bahasa umum saya menyebutnya dengan IMHO, In My Humble Opinion, dengan rendah hati menurut pendapat saya. Kanker harus diamputasi dari tubuh kita, tidak ada cara mengobatinya. Jadi pengorbanan tanpa internet selama ini merupakan imbal balik, tak satupun mau membantu pembuatan jaringan ini, hanya Pak Buyung Narendra yang aktif membantu saya berurusan dengan speedy Telkom dan ISP lain yang menawarkan koneksi internet berbasis wireless.

Menilik koneksi yang lama, kita memiliki beberapa access point yang biasa dipakai, namun kita tidak lagi menggunakan cara lama, cara lama kita menembakkan wifi dan dishare langsung ke user. Internet tidak melulu hanya kecepatan namun alat juga mempunyai keterbatasan. Untuk itu saya menggunakan metode penyebaran hot spot dengan menempatkan wireless router di masing masing ruangan kerja guru dan karyawan, adapun jaringan wireless yang ada dibagi bagi, agar user pengakses tidak terfokus satu titik, satu acces point tidak disarankan diacces oleh puluhan user. Dengan beban internet tidak berada dalam satu titik, namun terpencar pencar. Ibarat sebuah truk bisa mengangkaut 100 penumpang, namun lebih baik menggunakan truk kapasitas 25 orang dengan 4 truk dibanding satu truk dengan kapasitas 100 orang. Adapun jaringan wifi disebar dengan penamaan yang lebih spesifik, tidak sekedar diberi nama dengan Theresiana Hot Spot. Dengan penamaan jaringan yang spesifik artinya bahwa jaringan yang dibuat akan menjadi based di masa mendatang, meletakan pondasi jaringan tidak semudah membalikan telapak tangan. Jaringan yang ada di kampus kita sangat semrawut, banyak kabel malang melintang tidak terpakai, kalaupun terpakai itupun tidak ada tahu jalurnya kemana.

STGS Network Direktorat

STGS Network SMA

STGS Network SMK

STGS Network SMP

STGS Network Immersion

STGS Network SD

STGS Network Studen

STGS Studen diperuntukan untuk wifi siswa namun dalam ajaran baru sekarang ini ditempatkan pada satu area di belakang kantor keuangan, tujuannya untuk menghindari penumpukan siswa di kantin, menurut peraturan kantin merupakan area untuk sarapan atau makan siang, jadi jika banyak siswa berada di kantin mengakses internet akan membuat banyak orang kesal. Untuk itu area kantin akan dinyatakan bebas wifi.

Alur Jaringan STGS Network

Jaringan yang lama masih dipakai hanya saja jaringan ini kita putus di parkiran, kita membagi dua koneksi internet, dari jalur SMA kita pakai untuk kebutuhan koneksi SMA, SMK dan SD yang biasa disebut blok barat, Sedangkan jalur blok timur terdiri dari direktorat, SMP, AAK, immersi dan lab. Dalam tahap awal untuk lab tidak diberi koneksi internet karena kebutuhan internet kita fokuskan untuk pekerjaan

Pemasangan kabel pun saya lakukan sendiri dengan bantuan orang Cleaning Service, saya keluar biaya konsumsi dari kantong sendiri. Saya tidak peduli orang yang punya wewenang tidak terlibat, kalau mau membantu saya silakan kalau tidak ya monggo, tapi kalau nanti meminta bantuan saya, ya mungkin saya akan melakukan counterattack.

“Eh .. orang direktorat kok penekan ( naik turun tangga ke atap ) sampai kotor begitu ? kenapa ndak nyuruh orang lain”

Saya punya pandangan, saya menjadi pimpinan ketika berada di kursi saya, atau ketika tanda tangan surat, namun ketika saya tidak berada di posisi tersebut saya adalah seorang pekerja. Saya tidak malu dan tidak risih berhubungan pekerjaan yang menempuh resiko menjadi kotor sekujur badan. Seolah olah bekerja dengan pakaian rapi selalu sungkan dan malu terjun ke bawah, menjadi tukang perintah, menjadi seorang boss. Walau saya diplot menjadi seorang kabag IT namun saya bukanlah “kabag”, saya tidak pernah punya prinsip dan filosofi menjadi seorang boss, saya lebih suka menyebut diri saya seorang pekerja.

Planingnya dalam tahap awal kita akan menggunakan koneksi Speedy Telkom, untuk tahap awal kita mempunyai koneksi internet dari jalur SMA sebesar 1 Mbps kita alokasikan untuk kebutuhan SMA, SMK dan SD, tentunya 1 Mbps mencukupi kebutuhan. Sedang masing masing ruangan guru dan karyawan dipasang wireless router dengan sistem terprotek, jadi guru dan karyawan diharapkan dengan sangat bijak tidak membocorkan rahasia koneksi ke siswa, karena jatah siswa ada tersendiri.

Blok Timur merupakan jaringan yang menghubungkan lingkungan direktorat, AAK, SMP, Immersi, Perpustakaan, dalam planingnya 2 Mbps, namun tahap awal kita samakan kecepatan dengan blok barat sebesar 1 Mbps. Jika tidak mencukupi ke depannya kita upgrade kecepatan yang lebih tinggi. Kawasan immersi akan menjadi percontohan pembuatan jaringan, masing masing kelas akan tersambung pada sebuah server.

Internet untuk lab sementara tidak dialiri internet karena kurikulum yang ada tidak ada pembelajaran internet, jika membutuhkan pembelajaran internet di luar kurikulum akan disediakan di lab digital. Lab digital merupakan lab percontohan, di sinilah lab yang sering dipakai untuk kegiatan workshop. Jadi kita setahap tahap dulu membuat jaringan STGS Network. Siapa yang mau membantu ?

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH