Content View Hits : 144542

 

 

 

 

 

 

We have guests online

Mungkinkah Masyarakat Tanpa Kertas ?

06NOVEMBER_SHORT2011
User Rating: / 0
PoorBest 

Satu dekade yang lalu dan sebelumnya, kertas adalah suatu yang mutlak menjadi kebutuhan banyak orang, Kertas menjadi suatu komoditas untuk bidang-bidang tertentu, dari menerbitkan buku, koran, majalah, jurnal, brosur, dan lain lain. Bahkan penjual makanan pun membungkusnya dengan kertas juga selain daun pisang. Nah kertas-kertas ini dibuat dengan menebang hutan karena kertas memang dibuat dari kayu. berapa juta batang kayu yang dibutuhkan. Belum kalo menghadapi pemilu, berapa ton kertas yang dipakai untuk seluruh para pemilih terhormat. Sampai sekarangpun kertas masih menjadi suatu yang katakanlah kebutuhan yang pokok bagi industri penerbitan. Namun beberapa tahun ini, sejak internet menjadi booming, kebutuhan akan kertas menurun seiring munculnya portal berita dan blog yang notabene bisa mengurangi kertas walau tidak signifikan.

Internet memang menyihir manusia untuk terlibat di dalamnya, yang tentu saja ini merupakan suatu hal yang positif dalam mengurangi kertas, yang tentu saja mengurangi lapangan kerja dan membuat pengangguran bertambah, suatu dilematis yang kudu dipecahkan bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Peran pemerintah di sini kudu pro aktif jangan cuma main pake produk hukum baru mengatur ini itu.

Email adalah salah satu sarana mengurangi kertas secara siginifikan, betapa kita lihat kantor pos sangat kehilangan pasar jumlah surat menyurat, namun kantor pos juga kreatif menciptakan pendapatan selain dari surat menyurat. Belum keberadaan sms yang lebih cepat sampai di banding surat konvesional, sekarang ini kantor pos kebanyakan melayani pengiriman dokumen perusahaan atau perseorangan, untuk surat sudah sangat menyusut. Demikian pula dengan surat ucapan hari raya yang saat ini menurun drastis. Namun kantor pos pun sekarang memperluas jaringan pendapatan seperti membuka tabungan, pembayaran akses internet, kartu kredit dan lain lain.

Masyarakat tanpa kertas masih jauh dari harapan, di bidang teknologi pun kertas menjadi hal yang lazim terutama dalam membungkus produk hardware seperti motherboard, VGA, yang justru malah terkesan glamour. lihatlah salah satu produk yang dibundel dengan box super gedhe. Seharusnya perusahaan seperti ini mempelopori pengurangan kertas, katanya hendak menerapkan green power computing.

Itu belum dihitung bundle di bagian dalam dan buku manualnya yang tebalnya minta ampun, mendingan hal seperti ini dibuat dengan box plastik jika ingin terkesan glamour.

Dalam bidang perbankan pun sekarang ini sudah bisa mengurangi kertas demi efisiensi perusahaan, mesin ATM contohnya, seperti ATM BCA, jika anda langsung ambil tunai maka ATM tidak akan mencetak struk, atau lewat kasir jika pengambilan dibawah 5 juta silakan ke ATM. Kemunculan sms banking dan internet banking merupakan salah satu sumbangan dari perbankan untuk mengurangsi kertas lewat tekonologi dan ini sebaiknya bank-bank lain menyusul terutama bank besar, hanya, Bank BCA, Bank Mandir, Bank CIMB yang sudah mengimplementasikan.

Masyarakat tanpa kertas adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bumi, Bank Indonesia pun selalu mengharapkan agar penggunaan uang kertas menurun seiring dikeluarkan uang plastik yaitu kartu debit dan kartu kredit, tujuannya adalah untuk mengurangi pencetakan uang, karena dewasa ini pembayaran bisa melakukan dengan online tidak harus ke bank dengan menulis pada resi, atau kertas form pembayaran tagihan, tabungan dan lain lain.

Dalam sehari-hari saya pun mencoba mengurangi kertas dengan tidak mencetak kecuali terpaksa, sehingga kertas menjadi sedikit dalam penggunaan. Sehingga printer pun menjadi awet karena jarang ngeprint, sekalipun saya ngeprint pasti akan bolak balik atau menggunakan kertas bekas (asal jangan bekas bungkus makanan atau kertas koran). Demikian pula dengan masalah uang, sebisa-bisanya kalo ada orang melakukan pembayaran atau saya membayar saya selalu bilang, transfer saja ah ! lebih aman dari pada dapat uang palsu, dan bukan untuk mencurigai pembayar menuduh uang palsu.

Jadi marilah pembaca budiman mari kita kurangi penggunaan kertas, demi anak cucu kita

(Yohan Kusmintoro - Pemerhati Teknologi Informasi, Administrator IT Yayasan Bernardus Sekolah Sekolah Theresiana, Motivator Komunitas Blogger Magelang, Pendamping generasi muda petani Tim Edukasi Tuk Mancur Ngargomulyo Merapi, Kontributor lepas Tabloid PC Plus, Blogger pengelola website IT www.yohan-enterprise.com )

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH