Content View Hits : 139369

 Kampus Kampungkali

 

We have guests online

Blood For Life Video Berbasis E-Learning

06NOVEMBER_SHORT2011

Sebelum anda membaca tulisan ini, silakan anda untuk menyaksikan video interaktif dari google chrome, video itu merupakan kampanye Google Chrome di Indonesia baik menjadi iklan di media televisi maupun di dunia maya. Video tersebut hanya berdurasi 1 menit, anda pun bisa memutar video dari youtube.com yang berada di bawah ini :

Valencia Mieke Randa merupakan penggagas gerakan Blood For Life, Blood For Life bukan merupakan gerakan donor darah, groups yang berada di google groups ini lebih kepada kampanye pentingnya darah bagi kehidupan. Group ini lebih mengutamakan anggotanya selalu berhubungan jika sewaktu waktu membutuhkan darah, bahkan darah yang langka seperti golongan darah O- tersebut. Groups ini berangkat dari keprihatinan akan minimnya stok darah dari PMI yang dicuplik dari berita SCTV dan media kompas.com

Apa yang dapat anda ambil dari kampanye google Chrome yang mengusung tema “jadikan internet seluas kreasimu” , anda akan terharu dan tergerak hati anda akan video itu, namun bukan inti itu yang akan kita pelajari.

Sejenak kita lihat, format hubungan antar anggota groups itu menghubungkan antara email, blog dan handphoe sebagai sarana komunikasi, terlihat Valencia Randa mempublish sebuah artikel pendek yang berupa informasi kebutuhan darah O- yang langka, kemudian artikel yang berisi informasi itu dibagikan, blog di blogger memang mempunyai fitur saling share. Jadi group Blood For Life di google groups itu mencari pendonor ketika dibutuhkan, di sini kekuatan internet sangat penting. Valencia Randa menggabungkan beberapa elemen dalam dunia internet, blog di blospot.com, email dan handphoe untuk berkomunikasi langsung, namun yang lebih banyak disorot menggunakan email.

Andai interaksi seperti itu kita akomodasi ke media pendidikan di sekolah kita yang sebentar lagi mengaplikasikan e-learning. Apa ya ? kita tidak bicara tentang format berbentuk videonya, atau masalah kemanusiaan, kita bicara tentang tekhnik, tentang metode penyampaian informasi tersebut.

Misal sebagai ilustrasi, Miss Fransisca Linawati yang merupakan salah satu guru bahasa Inggris di STGS Senior High, mencoba mengaplikasi metode ala Valencia Randa, tentunya Miss Lina, demikian panggilan akrabnya membutuhkan blog dan email. Taruh sebuah tugas atau ulangan harus segera diinformasikan kepada muridnya, bahwa besok pagi harus ulangan mendadak karena instruksi kepala sekolah. Dalam sekian jam infromasi ulangan harus sampai ke murid muridnya, seperti Valencia Randa yang dalam sehari harus mendapatkan pendonor darah langka O-, jika tidak derita anak Pak Jajang akan bernasib tidak terselamatkan. Itulah kekuatan internet ! Akankah penggunaan internet di kantor, anda hanya menggunakan sebatas narsis di facebook, upload foto anda yang mejeng mejeng bak orang gila perhatian, download software dan lagu ilegal di 4shared.com agar anda bisa mendapatkan gelar “kolektor lagu atau software bajakan”? . Bahkan melakukan torrent reactor untuk menyedot aplikasi berbasis warez alias software bajakan dalam jumlah bergiga giga. Ataukah penggunaan internet untuk mencari rujukan informasi pendidikan, mencari kontent e-learning, membagikan informasi artikel penting lewat share di facebook, berkomunikasi memakai email kepada orang tua murid, mengumpulkan materi yang bisa mendukung pekerjaan, atau menulis bermanfaat di blog atau website.

Jadikan internet seluas kreasimu, bukan jadikan internet seluas semaumu alias memakai internet tidak perduli teman satu kantor yang mungkin lebih membutuhkan koneksi untuk berhubungan dengan pihak luar sekolah, sedang koneksi internet anda kenyot untuk download demi memuaskan ego anda yang menjadi kolektor lagu atau software bajakan. Di dunia nyata kita punya etika, sedang di dunia maya atau internet kita mempunyai netiket, etika berinternet, jangan mentang mentang tidak bertatap muka terus seenaknya sendiri.

Bisakah kita ?

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH