Content View Hits : 139368

 Kampus Kampungkali

 

We have guests online

Implementasi TIK Untuk Pembelajaran E-Learning (2)

25OCTOBER_SHORT2011
User Rating: / 1
PoorBest 

“Pembelajaran TIK selama ini selalu salah sasaran, banyak guru komputer menjejalkan program program komputer kepada muridnya, murid diajak lebih banyak menguasai piranti lunak bersifat teoritis, berbagai program yang sangat menguras sumberdaya otak diajarkan seperti photoshop, corel draw, bahkan Microsoft Office yang selalu diajarkan sering membuat kebosanan, guru selalu mengarah kepada “belajar komputer” bukan “memanfaatkan komputer” demi keberhasilan sebuah unit sekolah, seharusnya pendidikan komputer harus mendukung pembelajaran secara global, membantu proses pembelajaran bidang mata pelajaran lain, tidak terfokus pada mata pelajaran komputer”

Menyambung tulisan saya yang pertama Implementasi TIK Untuk Pembelajaran E-Learning (1), saya kembali menulis tentang pembelajaran e-learning ini, mohon maaf, saya bukan ahli di bidang pendidikan, saya juga bukan ahli di bidang informasi dan teknologi. Saya juga bukan siapa siapa, jika selama ini saya dianggap “ahli” itu hanya penyebutan dari pihak anda, sedang saya masih dalam tataran belajar dunia teknologi yang berkembang pesat, namun banyak juga yang tidak bisa mengakomodasi perkembangan teknologi demi kemajuan sekolah atau lembaga.

Pada tulisan pertama saya mengulas tentang Implementasi LAN Di Theresiana School dengan membangun LAN, agar platform platform yang akan datang baik dari sisi jaringan kabel maupun komputer, wifi dan secara global tidak berbenturan, dunia kabel internet memang ribet namun tidak pernah ditinggalkan karena platform kabel itu justru menjadi semacam pondasi jaringan dalam lingkup lembaga, jelas tidak aman jika membangun LAN cara mengaksesnya menggunakan wireless, sekalipun menerapkan security yang canggih, namun sumber dayanya akan terkuras soal keamanan data dan tidak berkonsentrasi pada pengembangan konten.

Aslinya tulisan saya ini ada tiga bagian yang paling saya soroti untuk menambah pemahaman guru agar lebih melek dunia informasi dan teknologi.

1. Implementasi LAN Di Theresiana Schools

2. Sumber daya guru di bidang TIK

3. Kontent pendidikan jika diakomodasi ke lingkup TIK

Saya cukupkan 1 hal saya ulas per bagian, jika terlalu banyak akan membuat anda pusing kepala.

B. Sumber Daya Guru Di Bidang TIK

Kita bicara sumber daya yang tidak lain dalam bahasa kaum awam : kemampuan. Teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia, bukan justru membebani. 20 tahun lalu kita mengenal mesin ketik manual, tentu saja kita seakan akan rindu akan bunyi mesin ketik tersebut, bunyi suara tak tik tuk yang teratur sering membuat kita seperti kembali ke masa lampau. Seiring perkembangan jaman munculah booming komputer pada tahun 1990an dengan DOS ( Disk Operating Sistem ) berbasis command line dan kemudian muncul Windows 95, Windows 98, Windows Mellinium, Windows XP, Windows Vista dan sampai Windows 7 yang berbasis tampilan grafis yang memukau, beserta printer yang harganya murah meriah, namun sayangnya Windows sangat keropos dalam hal keamanan baik dari virus maupun pencurian data.

Perubahan yang signifikan tersebut banyak membuat perusahaan bisa mendapatkan keuntungan karena didukung teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran. Hal yang bisa kita tangkap adalah bahwa teknologi sangat membantu kemajuan sebuah lembaga, sebagai contoh sebuah media cetak, misal harian Suara Merdeka, tidak mungkin memakai mesin ketik manual atau menggunakan teknologi roll film dalam mencari foto berita di jaman Android. Agar lebih cepat digunakan komputer yang canggih namun penggunaannya tepat sasaran. Teknologi usang sebaiknya ditinggalkan, namun tidak mutlak. Terkadang kita juga membutuhkan teknologi lama karena alasan platform dan kenyamanan atau karena alasan tertentu, dengan catatan teknologi lama tersebut lebih banyak menghasilkan keuntungan dibanding teknologi baru.

Bagaimana dengan teknologi jika masuk dalam lingkup sekolah dan mengakomodasi pembelajaran, tentunya ini hal yang sangat menarik dan penuh tantangan. Guru guru sekarang ini sudah banyak yang beralih pada dunia online dari pada metode pembelajaran konvensional. Dua puluh tahun yang lalu, membuat pesentrasi berbasis slide macam power point jelas tidak terpikirkan, bahkan masih menggunakan kapur tulis.

Tantangan terbesar adalah kagoknya guru guru untuk menatap era e-learning ini. Dalam kamus umum bisa dikatakan sebagai gagap teknologi, selama ini penggunaan internet hanya sebatas download, browsing dan mencari informasi rujukan, belum begitu ngeh penggunaannya, masih dalam tataran di atas permukaan, pencarian di internet pun juga tidak menggunakan metode yang dianut oleh mesin pencari semacam google yang menganut asas algoritma, namun menggunakan metode perasaan “Kira kira ketik inilah, semoga dapat yang saya cari”.

1. IT Gaul Bukan IT Berbasis Visual Belaka

Kedengaran sombong jika saya memberi sub judul yang aneh dan terkesan mewah dengan bahasa teknik tersebut. Sebelum saya jauh mengulas IT ini, saya ajak anda untuk membaca komentar Pak Lingga Wishnu salah satu guru SMK yang sudah mulai “ngeh” dalam dunia IT, Pak Wishnu demikian panggilan akrabnya mengomentari artikel saya tentang Blood For Life Video Interaktif Berbasis E-Learning, berikut petikan komentar tersebut

“Video inspiratif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi berbasis IT dan jaringan sosial. mengapa kreatif? karena hal yang sebenarnya sepele itu tidak pernah terpikirkan oleh para pengguna produk IT maupun jejaring sosial. Yang ada di benak pengguna hanyalah "euforia" penggunaan perangkat IT. Para pengguna "get in touch" dengan dunia IT/ maya hanya untuk mengejar kata "GAUL" ketimbang mengeksplorasi penggunaan yang tepat guna dan mensupport perkembangan dunia IT maupun dunia "sosial" di dunia maya”

Coba periksa barang barang teknologi yang anda punya, saya sebut satu persatu, handphone canggih, tidak mungkin seperti kepunyaan Kabag IT Yayasan Bernardus, hape bulukan Nokiyem 6020, kemudian notebook kelas Core i3 atau minimal Dual Core / Core 2 Duo, bahkan ada beberapa guru mempunyai tablet berbasis Android. Saya akan membuat sebuah ilustrasi :

“Saku kiri anda ada handphone Nokia N9, saku kanan Blackberry Torch, tas anda dipunggung berisi notebook Acer Aspire 5550 Core 2 Duo, di tentengan tas anda ada Tablet Samsung Galaxy Tab berbasis Android Froyo, ditambah flash disk 4 GB dua biji, MP3 Player, kamera digital, modem CDMA/ GSM, plus charger dari 2 handphone, notebook, dan tablet, kemudian buku buku, diktat bahkan mungkin komik Doraemon”


Luar biasa manusia modern jaman sekarang, sekujur badan manusia digondeli alat alat gadget, menjadi e-human .. tapi apakah dari semua alat elektronika tersebut bisa digunakan untuk mendukung aktifitas anda ? Sayangnya alat alat tersebut tidak bisa anda eksplorasi, hanya sebatas mengejar kata gaul. Tidak mau ketinggalan dalam hal memiliki gadget yang bersifat mobile, anda jadi tukang angkut barang elektronika yang mungkin anda pamerkan kepada teman anda alias sekedar gaya, atau menurut kritikus teknologi, anda menjadi e-badut atau badut elektronika. Orang hanya terbawa pasar, terbawa situasi, sehingga terkadang pembelian macam alat alat komputer sering tidak maksimal digunakan. Hanya sebatas tampilan visual, atau dengan gaya bahasa khas anak muda “Yang penting punya .. reseh amat sih lu “.

Alat alat elektronika berjalan tersebut hanya sebatas gengsi belaka, seorang hacker pun tidak akan membawa barang barang seperti itu, tak sama seperti digambarkan dalam film film komputer. Sama persis yang dikatakan oleh Pak Wishnu “get in touch”, hanya sebatas komunikasi atau tersabung, dalam bahasa orang selular dikatakan berhalo ria.

Untuk menjadi IT gaul anda tidak perlu membawa peralatan bejibun, namun saya lebih concern untuk membedah bahwa alat alat yang anda punya itu berdaya guna, misal sebagai presentasi, anda bisa menggunakan handphone yang bisa meremote laptop anda, sehingga ketika anda presentasi anda bisa mondar mandir mengelilingi siswa anda, aplikasi yang digunakan adalah Wireless Presenter. Dengan aplikasi ini ketika anda mengajar menggunakan slide tidak hanya di depan murid, namun bisa sambil berkeliling, siapa tahu anda mengajak interaksi, namun anda duduk di depan tidak tahu kalau murid anda sedangkan facebookan. Aplikasi tersebut bisa mengontrol notebook anda saat melakukan slide presentasi sambil memutari ruang kelas.

Atau cara saya yang menggunakan handphone Nokia 6020 yang nyaris tidak pernah saya gunakan internet namun bisa saya berdayakan untuk memantau puluhan website, why not ? Memang bertentangan dengan hukum “The right gun in the right battle” atau “the right gun in the right place”. Tidak ada senjata untuk semua peperangan, tidak ada senjata untuk semua medan. Perang nuklir tidak mungkin anda lawan dengan senjata AK 47.

Memang tidak saya gunakan internet karena handphone tersebut saya gunakan untuk sms menghubugi teman teman saya yang sedang online, saya kasih user dan password lewat sms untuk mengecek keberadaan website website klien saya. Jadi tolong jangan menghina handphone bulukan saya, saya sedang riset loh, entah sampai kapan handphone kelas jaman jepang itu bertahan mengakomodasi kebutuhan komputasi jaman sekarang.

Jadi tingkat kegaulan alat alat elektronika itu yang penting, gaul dalam arti anda mengerti bahwa alat tersebut lebih dari yang anda kira, bukan gaul dalam artian tidak mau ketinggalan teman temannya yang juga punya alat seperti itu.

2. Mengubah Paradigma IT

Menjadi guru harus melek teknologi, namun tidak perlu menjadi ahli seperti, aah .. nyombong sedikitlah, seperti Mas Kus .. Maaf ya .. saya ternyata bukan ahli, dalam hal umum saya hanya pemerhati dunia teknologi, jadi ya setidaknya mengerti, jangan anda kaget, saya tidak bisa membuat presentasi dari power point loh .. sumpah deh .. Boro boro Corel, Autocad saja juga tidak bisa

Loh, kalau melihat kemampuan saya maka tidak patut digolongkan sebagai seorang ahli, namun satu hal yang tidak anda punyai dibanding saya, sudut pandang saya sudah beda dengan anda di bidang IT, itu saja yang membedakan, tidak ada yang lain, sepintar pintarnya otak anda, namun kalau sudut pandangnya sudah lain mustahil untuk bisa mengetahui. Jadi langkah awal anda harus mencoba menyingkirkan ego anda, bahwa IT itu mudah, belajar dengan cara gaul seperti saya di bidang IT.

Tahap awal anda harus mencoba belajar kepada Mbah Google, metode pencarian di google itu punya aturan dan tata caranya, karena google itu isinya algoritma pemrograman, tidak mungkin algoritma anda lawan dengan asumsi atau perasaan, algoritma harus dilawan algoritma. Cobalah anda gali yang bisa mendukung konten pembelajaran, misal pelajaran matematika, anda memungkinkan saja diakomodasi dalam dunia internet. Secara gampang saja, anda bisa membuat berbentuk pdf, atau mungkin jika anda suka multimedia, anda bisa menggabungkan semua itu, apalagi jaman sekarang aplikasi komputer selalu berbasis user friendly. Ceklak ceklik langsung jadi sebuah pembelajaran e-learning.

Ingat lho ya dalam belajar kita punya metode, punya filosofi dalam menangkap apa yang kita tekuni, misal kita bisa mengerti bahasa Inggris, pasti ada metodenya, kecuali anda sejak bayi lahir di Amerika dan hidup di sana anda tidak perlu belajar bahasa Inggris. Nah dalam dunia IT pun punya metode, cara belajar atau filosofi.

Kemudian seberapa jauh internet itu mengubah anda dalam bekerja, jangan jadikan internet sebagai lahan download belaka untuk memenuhi hardisk dengan lagu dan software ilegal, banyak orang bilang dunia internet adalah dunia sharing, dunia berbagi, namun anda hanya download, hanya mengambil, tidak memberikan sumbangan apapun, anda hanya mencari dan mengambil, namun anda tidak membagikan apa yang anda punya, entah berapa ratus artikel saya di baca di mana mana, diulas di media cetak seperti artikel mencuci motherboard menggunakan air dan sabun atau bahan bakar air. Seisi forum kaskus.us banyak kebakaran jenggot mengulas cara mencuci papan induk komputer itu. Ada yang bilang tidak mungkin, ada yang bilang itu masuk akal karena sama saja membanjiri komponen elektronika yang sudah jenuh dengan elektron berlawanan, sehingga komponen elektronika menjadi netral.


3. Berinteraksi Di Dunia Online

Apa kontrubusi anda dalam dunia IT ? taruh kata, saya juga mau sombong, anda bisa menikmati internet murah karena perjuangan para pejuang IT, di mana saya pun juga ikut perjuangan tersebut alias mengikuti gerakan bawah tanah, dimulai dengan era internet XL Corporate, jaman dulu internet mahalnya minta ampun, jaman dulu internet saya langganan seharga 500.000 sebulan hanya bisa mengirim dan menerima email sudah sangat luar biasa, sudah membuat saya jingkrak jingkrak saking senangnya, itu belum browsing dan download, gaji saya waktu itu cuma 1,5 juta. Coba bayangkan tingkat kedewasaan pemakai internet jaman awal. Awal muncul XL Corporate itulah cikal bakal internet unlimited, internet murah, dengan user yang jumlahnya sampai ribuan sehingga mengetuk para petinggi bangsa ini untuk membuka kran internet lebih besar.

Tapi sekarang ? coba anda bayangkan, internet dengan harga 35.000 unlimited lemot sedikit anda ngamuknya sampai menggomeli operator, padahal gajinya banyak yang sudah lebih dari 2 juta. Karena internet mahal itulah tak menyisakan bandwidth ( baca : koneksi internet ) untuk dihamburkan, semua harus digunakan untuk hal yang penting dan mendukung pekerjaan. Dunia mailing list yahoogroups.com dulu merupakan salah satu media untuk mengembangkan, saling membalas email, membahas kasus kasus tertentu secara intelek permasalahan yang ada di sekitar kita. Jaman dulu belum ngeh namanya forum atau facebook, dunia jejaring sangat minim. Namun sekarang, karena bandwidth turah turah, maka yang terpenting adalah download, jika perlu torrent tanpa henti dengan menghidupkan komputer selama sebulan penuh untuk membuat hardisk anda penuh, kurang beli hardisk lagi. Itulah mengapa harga koneksi internet sekarang stagnan, uang 5 dollar di luar negeri anda bisa mendapatkan kecepatan 5 Mbps. Mimpikah ? Tidak. Saya pernah menulis di media cetak Tabloid Komputer PC Plus, dan secuil tulisannya ada di blog saya : Bagaimana menurunkan harga koneksi internet ? Ternyata harga koneksi internet akan turun jika kita tidak berperilaku maniak downloader.

Namun interaksi online jaman sekarang ini semakin tak ramah, alih alih mau berinteraksi, anda malah facebookan, saya sampai berkerut dahi saya, ketika teman nyeletuk.

“Ntar guwe ke wc mau serangan sore sambil update status … “

Jadi untuk menambah sumber daya guru dalam TIK harus mau berinteraksi di dunia online, bukan hanya sekedar mengakses facebook, facebook tidak membahas hal yang krusial, tidak fokus, beda dengan berinteraksi secara online misal forum, ada berani jeplak akan kena tegur, atau dalam bahasa forum kaskus.us diberi bata merah atau banned alias diberi ban bekas, anda bisa belajar peraturan online, anda bisa belajar rules netiket, bahkan teman teman anda semakin banyak namun bermanfaat, berbeda dengan jejaring sosial macam facebook, banyak teman tidak banyak memberi bermanfaat.

Internet akan terasa sekali manfaatnya jika anda benar benar memanfaatkan, dan jangan lupa ketika anda memberikan kontribusi baliknya dengan membuat blog maka anda akan diberi masukan pada pengunjung, anda bisa belajar dari mana mereka menemukan kita, kata kunci apa yang mereka ketikan sehingga bisa membaca blog kita. Ketika sudah bertemu muka, anda bisa menjadi temannya, mungkin pacar, bahkan jadi pasangan hidup anda.

Bersambung lagi ya ..

( oleh : Yohan Kusmintoro - Pemerhati Teknologi Informasi, Administrator IT Direktorat Yayasan Bernardus Sekolah Sekolah Theresiana, Motivator Komunitas Blogger Magelang, Pendamping generasi muda petani Tim Edukasi Tuk Mancur Ngargomulyo Merapi, Kontributor lepas Tabloid Komputer PC Plus, Blogger pengelola website IT www.yohan-enterprise.com )

 

 

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL