Content View Hits : 144652

 

 

 

 

 

 

We have guests online

Sejarah Theresiana

Sejarah Singkat Sekolah-Sekokolah Theresiana

A. Sejarah Awal

Pada awal mulanya Sekolah Theresiana didirikan atas prakarsa Pastor Beekman SJ Pada tanggal 2 Mei  beliau mendirikan YU TE  KINDERGARTEN. Yu Te Kindergarten dikhususkan bagi anak-anak Tionghoa Totok yang merupakan pendatang baru dari RRC dan belum terjamah karya misi. Beliau mempercayakan karya misi ini di bawah perlindungan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus.

Nama Yu Te berarti Tunas Muda. Yu Te Kindergarten menggunakan pengantar bahasa Mandarin. Yu Te Kindergarten berlokasi di kompleks Kebon Dalem Gang Pinggir. Murid angkatan pertama hanya berjumlah 25 anak. Pada tahun 1952, untuk menampung dan melayani lulusan Yu Te Kindergarten, Pastor Simon Beekman SJ mendirikan SD Yu Te yang bertempat di gedung yang sama dengan Yu Te Kindergarten sampai dengan tahun 1955.

Dalam menjalankan karya misinya Pastor Beekman SJ meminta bantuan tenaga Pastor Tionghoa untuk ditempatkan di tanah misi Semarang. Permintaan beliau dikabulkan dan pada tanggal 25 Maret 1952 diutuslah dua orang misionaris muda yaitu Pastor Rochus Chang Peng Tu Pr dan Pastor Joseph Ting Shu Yen Pr untuk membantu Pastor Beekman SJ Pada waktu itu gedung sekolah belum dimiliki. Sebagai ruang belajar mereka menumpang di gedung Xaverius lama (sekarang menjadi apotik Kebon Dalem dan kantor Yayasan Penyelenggaraan Illahi) serta sebuah garasi di Kebon Dalem. Peralatan sekolah masih meminjam dari Susteran Kebon Dalem.

Melihat murid-murid Yu Te semakin banyak hati Pastor Beekman SJ tergerak untuk segera mencari tanah yang luas untuk menampung anak-anak di gedung sekolah yang permanen. Tidak lama berselang beliau mendapat tawaran dari Bruder FIC Randusari sebidang tanah di Jl. Be Biauw Tjwan (Kampung Kali) yang dibeli oleh  FIC atas nama Yayasan Bernardus. Akhirnya tanah tersebut dengan bantuan dari banyak pihak dapat dibeli (termasuk dari Uskup para imam Tionghoa yang berkarya di luar Tiongkok turut memberikan bantuan berupa uang sebesar f 1300). Di atas tanah tersebut masih banyak penghuni liar yang tinggal (sekitar 75 keluarga). Bersama Pastor Beekman dan terutama bersama Pastor Joseph Ting Shu Yen Pr, Pastor Rochus Chang Peng Tu Pr memikirkan dan berusaha bagaimana dapat mendirikan gedung sekolah yang  memenuhi syarat diatas tanah Kampung Kali yang telah dibeli oleh Pastor Beekman SJ tersebut.

Pembangunan tahap pertama, sekitar tahun 1952-1954 berjalan dengan lancar dan berhasil membangun sembilan ruangan di kompleks bagian barat, memanjang ke selatan. Pada tahun 1955, SD Yu Te sudah dapat menempati gedung baru tersebut (pindah dari Kebon Dalem karena sudah tidak dapat menampung jumlah murid) meski di tengah-tengah kompleks itu masih ada penghuni liar yang belum bersedia pergi. SD Yu Te inilah yang sulung di kompleks Sekolah Theresiana Kampung Kali. Pada tahun 1956 Pastor Joseph Ting Shu Yen meninggalkan Indonesia atas anjuran Bapak Uskup karena mendapat gangguan pencernaan. Maka sejak tahun 1956, Pastor Rochus Chang Peng Tu Pr mengembangkan karya kerasulan pendidikan sendiri.

Pembangunan tahap kedua pada tahun 1957 berhasil membangun enam ruangan di kompleks bagian timur. Pembangunan itu disusul dengan pembangunan tiga ruangan baru tepat setahun kemudian (1958). Pembangunan tiga ruangan ini dapat dilakukan karena 72 penghuni liar yang tadinya masih tinggal di tengah-tengah kompleks akhirnya mau dipindahkan. Pada 1 Januari 1958 didirikan TK, SD dan SMP Theresiana sehingga jumlah murid semakin banyak.

Pada tahun 1960 pembangunan tahap ketiga dilakukan dan berhasil mendirikan gedung berlantai dua, masing-masing terdiri dari tiga ruangan. Pada tahun 1961 murid-murid Yu Te kindergarten sudah dapat menempati gedung baru di kompleks ini (Yu Te Kindergarten menempati gedung di atas kompleks Kebon Dalem dari tahun 1950 – 1960) dan disini telah didirikan TK “Nasional” Theresiana. Sebelum dipindahkan ke kompleks Kampung Kali Yu Te Kindergarten sempat dipindahkan ke kelenteng  She Ong Sebandaran selama 1 tahun (1960-1961) karena pada tahun 1960 gedung di atas kompleks Kebon Dalem diminta oleh Susteran PI yang hendak dipergunakan bagi kepentingan kongegrasi padahal gedung baru di kompleks Kampung Kali sudah dipenuhi oleh murid-murid SD Yu Te. Pada tahun 1966 Yu Te Kindergarten dan TK “Nasional” Theresiana digabung menjadi satu dengan nama  TK Theresiana 1.

Pada tahun 1962, sebuah bangunan baru yang terdiri dari dua lantai, menghadap ke utara, selesai dibangun. Lantai pertama digunakan sebagai ruang kerja Pastor Rochus Chang Peng Tu Pr. beserta staf, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai kapel. Pada awal pendiriannya kapel ini digunakan untuk melayani umat Katolik yang berbahasa Tiongkok. Kemudian, setiap menjelang  Hari Raya Paskah dan Natal, kapel ini digunakan sebagai tempat untuk menerimakan sakramen pengakuan dosa kepada para guru dan murid sekolah Theresiana yang beragama Katolik dan setiap bulannya Pastor Rochus Chang Peng Tu juga mempersembahkan Misa Kudus bagi para murid.

Menurut sejarah berdirinya tanggal 2 Mei 1950 sebenarnya merupakan hari lahir TK Theresiana 1, meskipun demikian Yayasan Bernardus menetapkan tanggal 2 Mei menjadi hari lahir Sekolah-Sekolah Theresiana secara keseluruhan.

Dalam perkembangannya Sekolah Theresiana mempunyai : TK, SD, SMP, SMA dan Sekolah Kejuruan yang hingga saat ini berjumlah 17 sekolah baik di dalam kota maupun yang berada di luar kota.

 

B. Perkembangan Sekolah Theresiana di dalam Kota Semarang

Tahun 1952 dimulai pendidikan TK Yu Te

Pada awal berdiri sekolah Theresiana terdiri dari TK Yu Te yang kemudian dikenal dengan TK Theresiana 1, kemudian bertambah dengan SD Yu Te  (1958) yang juga kemudian dikenal dengan SD Theresiana 02.

Tahun 1958 Yayasan Bernardus mendirikan SMP Yu Te.

Seiring dengan pembangunan gedung-gedung pemerintah mengeluarkan peraturan agar anak-anak WNI keturunan Tionghoa pendidikannya disalurkan pada sekolah nasional. Mereka tidak boleh bersekolah di sekolah asing. Oleh karena itu Yayasan Bernardus membuka TK, SD, dan SMP nasional  (sekarang SMP THeresiana 1) pada tanggal 1 Januari 1958. Nama yang dipakai adalah Theresiana yang diambil dari Santa Theresia pelindung sekolah. Saat itu Yayasan Bernardus mempunyai dua jenis sekolah yaitu sekolah asing dengan nama Yu Te dan sekolah nasional dengan nama Theresiana.

Tahun 1966 pemerintah melarang sekolah asing, dengan demikian sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Bernardus semuanya memakai nama Theresiana. SMP Theresiana I ditugasi oleh pemerintah untuk menampung siswa yang sekolahnya ditutup. Karena terbatasnya ruang yang ada, maka siswa-siswa yang berasal dari sekolah asing masuk siang hari. SMP Theresiana I terus berkembang, kemudian SMP yang masuk siang hari dijadikan SMP Theresiana II di bawah pimpinan Bapak Frans Budiman.

SMA Theresiana I

Pada tanggal 1 Agustus 1962 Yayasan Bernardus membuka SMA Theresiana I untuk menampung lulusan SMP Theresiana Katolik lainnya.

Selama dua tahun pertama setelah berdiri, siswa SMA Theresiana I yang naik ke kelas 2 terpaksa disalurkan ke sekolah lain karena jumlahnya yang tidak memadai untuk jurusan-jurusan yang diwajibkan oleh Kadikmenum pada saat itu. Baru pada tahun ketiga, siswa dapat menyelesaikan studinya di SMA Theresiana I.

Jumlah siswa SMA Theresiana I tidak tertampung di kampus Kampung Kali sehingga perlu dicarikan kampus baru untuk kegiatan belajar mengajar. SMA Theresiana I tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Supaya lebih efisien dan efektif, Yayasan Bernardus memecah SMA Theresiana I menjadi dua sekolah pada awal tahun pelajaran 1980/1981 :

SMA Theresiana I yang berlokasi di Jl. Mayjen Sutoyo 69, Semarang.
SMA Theresiana 2 yang berlokasi di Jl. Gajah mada 91 Semarang.

Selain memiliki gedung berlantai tiga, SMA Theresiana I juga dilengkapi dengan berbagai jenis laboratorium, perpustakaan dan aula sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menunjang peningkatan kualitas siswa pun senantiasa diusahakan ada peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun pelajaran 1999/2000 dibuka berbagai kegiatan tambahan antara lain : Paduan Suara, Bahasa Mandarin, Conversation, Elektronika, Basket, Bulu Tangkis dan Komputer. Satu hal lagi yang perlu dicatat dari sekian alumni, SMA Theresiana I telah menghasilkan dua orang imam.

Sekolah Menengah Farmasi Theresiana

Selain sekolah menengah umum yayasan Bernardus juga memiliki sekolah kejuruan antara lain Sekolah Menengah Farmasi Theresiana (SMF Theresiana). Sekolah ini semula bernama Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Van Gorkom milik Yayasan Pendidikan Farmasi yang diresmikan pada tahun 1952. SAA Van Gorkom semula meminjam gedung sekolah Theresiana yang kemudian pada tahun 1964 sekolah ini diserahkan kepada Yayasan Bernardus. SAA Van Gorkom kemudian diberi nama “Sekolah Asisten Apoteker selanjutnya menjadi Sekolah Menengah Farmasi Theresiana”.

Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK)

Sekolah Analis didirikan oleh Pastor Rochus Chang Peng Tu, Pr pada tahun 1973, yang semula berlokasi di Jl. Gajah Mada 91, Semarang. Sekolah Analis ini mempunyai dua jurusan, Analis klinis dan Analis Kimia. Analis klinis ini kemudian menjadi Sekolah Menengah Analis Kesehatan Theresiana (dibawah Departemen Kesehatan) yang sekarang kampusnya berada di Jl. Seroja Dalam I / 10, Semarang.

Sekolah Teknik Menengah Kimia Industri (STMKI)

STMKI didirikan pada tahun 1973. Semula Yayasan Bernardus mendirikan sekolah analis kimia dengan dua jurusan yaitu analis kimia dan analis klinis. Tahun berikutnya Depkes tidak mengizinkan jurusan analis kimia berada di bawah departemennya. Maka analis kimia dipisahkan dan menjadi STMKI di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Proses belajar mengajar STMKI berada di Jl. Gajah Mada 91, Semarang kemudian dipindah ke Jl. Seroja Dalam I / 10 Semarang. Sekarang bernama SMKKI dan dipisahkan dari Yayasan Bernardus untuk dikelola oleh Yayasan Santo Paulus yang juga mengelola Akademi Kimia Industri Santo Paulus, adik kandung sekolah Theresiana.

TK Theresiana III Tanah Mas

Sekolah ini berdiri pada tanggal 17 Agustus 1978. Kegiatan belajar mengajar semula bertempat di Jl. Pasir Mas Raya, kini menempati lokasi Jl. Tanjung Mas Raya 26, Semarang. Dalam perkembangannya TK Theresiana III juga membuka kelas Play Group.

SMA Theresiana II

Seperti telah diuraikan di atas, SMA Theresiana II merupakan perkembangan dari SMA Theresiana I. Pada awal tahun pelajaran 1980/1981 SMA Theresiana dijadikan dua sekolah yaitu : SMA Theresiana I dan SMA Theresiana II yang berlokasi di Jl. Gajah Mada 91, Semarang.

SD Theresiana 03 Tanah Mas

SD Theresiana Tanah Mas berdiri pada tahun 1980. Semula SD ini berada di Jl. Beton Mas kemudian pindah di Jl. Kokrosono, dan akhirnya menempati gedung di Jl. Delta Mas VIII, Semarang.

Dalam perkembangannya SD Theresiana 03 Tanah Mas berhasil meraih berbagai prestasi. Jumlah siswa pada tahun 2000 mencapai 325 siswa. SD Theresiana semakin dikenal oleh masyarakat.

Berbagai kegiatan ekstra yang diadakan oleh SD Theresiana Tanah Mas adalah Komputer, Bahasa Inggris, Seni Tari, Seni Musik, Dokter Kecil, serta Bina Rohani. Serta didukung ruang belajar dan ruang kegiatan yang memadai seperti aula, kapel, ruang UKS, ruang musik dan perpustakaan.

SMP Theresiana 03 Gajah Mada

Pada tahun 1974, untuk menampung tamatan SD yang tiap tahun semakin meningkat, Yayasan Bernardus mendirikan lagi sebuah SLTP yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 91 Semarang dengan nama SLTP Theresiana 3 Semarang.

Pada awal pendiriannya SLTP Theresiana 3 hanya terdiri dari dua kelas dan baru menerima siswa kelas 1 (satu). Pada tahun 1976 SLTP Theresiana 3 untuk pertama kalinya menyelenggarakan EBTA. Jadi, sejak lulusan pertama telah melakukan EBTA sendiri.

Pada tahun 1980 SLTP Theresiana 2 yang berlokasi di Kampung Kali yang masuk siang digabungkan dengan SLTP Theresiana 3 di Jl. Gajah Mada. Penggabungan ini dilakukan karena semakin menurunnya minat siswa lulusan SD untuk masuk ke SLTP Theresiana 2.

Sekolah Theresiana selain mempunyai aula kampus Kampung Kali, juga mempunyai aula di luar kampus yaitu berlokasi di belakang gedung KORPRI, Jl. Ki Mangunsarkoro. Aula tersebut dikenal dengan nama “Gedung Seng” karena atapnya terbuat dari seng anti karat.

C. Perkembangan Sekolah Theresiana di luar Kota Semarang

Zaman terus berubah hanya Pastur Beckman, S.J di bidang  pendidikan tidak hanya melayani masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Semarang saja, tetapi juga masyarakat pribumi.

Pengembangan sekolah Theresiana keluar kota juga diupayakan oleh Yayasan Bernardus. Romo Rochus Chang Peng Tu, Pr. selaku penerus mengembangkan sekolah Theresiana keluar kota antara lain sebagai berikut :

Pada tahun 1967 SLTP Theresiana Bandungan – Ambarawa

Tahun 1969 SLTP Theresiana Sumowono

Pada saat itu SLTP Theresiana Sumowono merupakan satu-satunya SLTP yang ada di Kecamatan Sumowono. SLTP Theresiana tersebut mengalami peningkatan dan siswa terbanyak pada tahun 1987/1988.

1969 SLTP Theresiana Bedono

SLTP Theresiana Bedono berasal dari Sekolah Pembangunan Desa Bedono. Kemudian pengelolaannya diserahakan kepada Yayasan Bernardus pada tanggal 27 April 1969. Serah terima dilakukan di Kopi Eva Bedonodengan berita acara serah terima atas nama : Th. Padmowihardjo (Ketua) dan A.R. Margono (Sekretaris) Panitia Pendiri Sekolah Pembangunan di Desa Bedono kepada Mich. Slamet (Ketua) dan R. Chang Peng Tu (Pelaksana) Yayasan Bernardus disaksikan oleh pejabat Muspika Kecamatan Jambu.

Berdasar surat no : 75/A-I/YB/1982 tertanggal 21 Agustus 1982 dari pelaksana Yayasan Bernardus dipertegas bahwa sejak 5 Mei 1969 SMP Theresiana diselenggarakan oleh Yayasan Bernardus Jl. Mayjend Sutoyo 69 Semarang.

TK Theresiana Bedono – Ambarawa tahun 1969 (sekarang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan Kanisius).

Sekolah Farming Menengah Atas ( SFMA ) Theresiana – Ambarawa 1968

Semula SFMA bernama SMA Farming, kemudian pada tahun 1970 berganti nama menjadi SFMA Theresiana. Akhirnya tahun 1997 SFMA berganti nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Theresiana. Kelompok pertanian dengan program keahlian budidaya tanaman dan budidaya ternak.

SMU Theresiana Weleri

SMU Theresiana Weleri berdiri pada tahun 1976 di daerah yang homogen kebudayaannya.

SMU Theresiana Salatiga

Saat ini SMU Theresiana Salatiga memasuki usia yang ke-20 (1999). Sejak diresmikan pada tanggal 16 Juli 1979.

D. Akademi Theresiana

1. Akademi Farmasi Theresiana (berdiri tahun 2007)

2. Akademi Analis Kesehatan Theresiana (berdiri tahun 2010)