Content View Hits : 144660

 

 

 

 

 

 

We have guests online

Refleksi Tangki Kasih

PDFPrintEmail
07APRIL_SHORT2016
Written by
User Rating: / 2
PoorBest 

 

Saya percaya setiap manusia memiliki “Tangki Kasih” dimana kita dapat membagikan kepada sesama. Sebuah artikel yang saya baca pada Jumat malam kemarin, membuat saya kembali bercermin dalam diri saya sendiri.

Saya sungguh tertarik dengan kata “Tangki cinta/kasih”, ternyata dalam hidup keseharin, saya mengalaminya sungguh.

Bertemu dengan banyak orang, membagikan energi positif, selalu bersukacita, berfikir positif, yang ternyata itu adalah contoh “Tangki Kasih” saya yang saya bagikan kepada sesama.

Dari artikel tersebut saya menjadi sadar bahwa ternyata ada kalanya kita mengambil waktu untuk mengisi tangki-tangki kasih tersebut.

Untuk mengisi “Tangki Kasih” yang hampir kering bisa dengan sekedar pergi makan dengan keluarga, bercanda dengan suami atau anak atau dengan sahabat.

Dan dalam waktu tertentu kita perlu retret rohani untuk “membersihkan” tangki-tangki kasih kita dan mengisinya penuh.

Makna yang dapat dipetik dari pengalaman tersebut:  Menyadari bahwasannya saya perlu selalu memperhatikan isi “Tangki Kasih” saya senantiasa. (RK)

 

Catatan: Diambil dari Buku Refleksi Mingguan Satiawati, atas seijin penulis refleksi.

Foto     : Dok pribadi