Content View Hits : 139354

 Kampus Kampungkali

 

We have guests online

Menjadi Kudus tanpa harus Terkenal

PDFPrintEmail
06FEBRUARY_SHORT2016
Written by
User Rating: / 0
PoorBest 

Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus sangat rendah hati. Dia merasa tidak mampu menapaki jalan menuju kesempurnaan. Namun dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk selalau menjadi yang terkecil, supaya Allah melengkapi dan menyelenggarakan segala sesuatu.  Di hadapan Allah, dia ingin menjadi seperti seorang bayi yang digendong oleh ibunya.

Santa Teresia ingin menjadi kudus, namun ia tidak ingin menjadi terkenal. Dia berkata: “Jika aku menjadi bijak, aku membuatnya untuk menyenangkan orang tuaku. Dalam cara yang sama,  aku menjalankan pelayanan bukan untuk menjadi kudus, namun untuk menyenangkan hati Allah”. Bagi Santa Teresia, yang utama bukan dirinya sendiri, supaya menjadi besar dan termasyur, tetapi Allah, supaya menyukakan hati Allah.

Pada kesempatan lain, Santa Teresia berkata, “ Aku mengerti dan mengetahui bahwa ‘Kerajaan Allah ada di dalam hati kita’ (bdk Luk 17:21). Tuhan Yesus tidak membutuhkan baik buku maupun guru untuk membimbing jiwa. Dia adalah Guru dari para guru, yang mengajar tanpa banyak kata-kata”.

“Aku tidak pernah mendengar Dia berkata, namun mengetahui bahwa dalam diriku, dalam segala  perilaku, adalah Yesus yang membimbingku, Dia yang memberi inspirasi apa yang harus aku katakan atau kerjakan”.

Begitu mendalam persatuan Santa Teresia dengan Yesus. Dia membiarkan diri untuk dibimbing Yesus menuju kekudusan. Dia tidak sombong tapi terbuka dan rendah hati akan bimbingan Yesus.

Bersama Santa Teresia, kita semau dipanggil untuk menjadi rendah hari dan belajar dari Yesus Sang Guru Sejati.  Selamat merenung.  (-rmk)


Newer news items:
Older news items: