Content View Hits : 144641

 

 

 

 

 

 

We have guests online

Theresiana Implementasikan Digital Class

25APRIL_SHORT2016
User Rating: / 1
PoorBest 

Visi dan misi Direktorat Sekolah Theresiana di Rencana Strategi tahun 2016/2020 menuntut bidang kerja IT menyukseskan program “Theresiana on hand”. Theresiana dalam genggaman di dunia teknologi informasi. Tak pelak penguasaan teknologi menjadi tolok ukur suatu lembaga, terutama lembaga berbasis pendidikan yang mau tak mau harus memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar

Berbagai persiapan demi persiapan dilakukan, IT Direktorat Sekolah Theresiana menggagas suatu project yang berbeda dalam lingkup pendidikan, mendobrak tradisi penggunaan buku cetak untuk digantikan dengan bentuk digital berbasis paperless. Menurut Administrator IT Direktorat Sekolah Theresiana Yohan Kusmintoro, digital class sepenuhnya yang bekerja adalah unit sekolah karena pelaksanaan digital class berada di kelas, IT berdiri dibalik layar untuk menjadi support sistem, untuk implementasi ini IT Direktorat menunjuk SD Theresiana 02 Kampung Kali Semarang sebagai pilot project pengembangan Digital Class.

Pemilihan di SD Theresiana 02 bukan hanya masalah kesanggupan, namun sekolah setingkat dini dikenalkan dengan perangkat teknologi namun diarahkan secara tepat guna, konten konten dan aplikasi pun menggunakan basis open source, agar siswa mengerti bahwa suatu produk itu mengandung muatan hak hak kekayaan intelektual. Dengan open source penggunaan android berbasis tablet maka siswa diajak untuk “exploring” dan “move on” dari kebiasan personal komputer yang kebanyakan aplikasinya ilegal/bajakan. Digital Class akan menjauhkan siswa dari aplikasi bajakan. Tidak sepantasnya sejak usia dini sudah dijejali dengan aplikasi ilegal. Padahal aplikasi yang berbasis FOS (Free Open Source) tidak kalah menterengnya dengan berbayar, bahkan aplikasi berbasis Microsoft Windows, seperti Microsoft Office pastilah harganya tidak terjangkau, namun di android aplikasi Microsoft Office malah free.

Digital Class sebenarnya bukan hanya tersentralistik dalam bentuk tablet tapi lebih kompleks dengan mengintegrasikan beberapa ekosistem, seperti dukungan mapel TIK dan lab komputer, pada daarnya mapel TIK dan lab komputer bertujuan untuk mendukung semua mata pelajaran memanfaatkan teknologi, mapel TIK tidak boleh terkungkung dalam dogma “pelajaran komputer” dan tidak peduli pada mapel lain. Kebanyakan materi TIK yang diajarkan pada tingkat sekolah sangat sulit mengintegrasikan mapel lain, ditunjang mapel lain yang “enggan” bersingungan dengan teknologi karena kesulitan bagaimana implementasinya

Digital class lebih pada eksekusi konten di dalam kelas, semua materi pembelajaran terdigitalisasi, biasanya dalam bentuk digital menggunakan basis ebook, penggunaan format pdf dirasa kurang nyaman digunakan. Proses pembuatan ebook ini pun sangat memakan waktu yang cukup panjang. Hampir setahun digagas, modul materi pembelajaran bentuk digital di SD Theresiana 02 pun mulai menampakan tanda tanda siap eksekusi pada ajaran tahun 2016/2017

Laurensius Ernst selaku ketua Digital Class Project menilai pembelajaran penggunaan tablet agar terkesan ringkas, simple namun powerfull, tepat guna dan tepat sasaran. “Anak anak akan antusias menyambut digital class ini, boleh membawa tablet di dalam kelas, kami menggabungkan pembelajaran dengan edukasi berbasis have fun”. Bapak guru yang kalem ini merupakan sosok guru biasa yang tidak mempunyai latar pendidikan komputer namun sangat fasih dalam penggunaan perangkat teknologi untuk mendukung tugas mengajarnya.

Banyak yang terlibat dalam project ini, sebagai bentuk kepedulian, Yohanes Anien Setiawan yang sehari harinya merupakan Tata Usaha SD Theresiana 02 ikut terlibat dalam persiapan dan riset pemilihan perangkat untuk mendukung digital class, bahkan mengambil peran penanganan hardware secara garis besar, seperti pemilihan lcd proyektor yang mendukung wireless display, ujicoba aplikasi, membagi ilmu pembuatan ebook

Menurut Kepala Sekolah SD Theresiana 02 Semarang Yustinus Surono, “Kami akan mengimplementasikan digital class pada kelas IV V dan VI untuk tahun 2016/2017, tujuan kami dengan adanya program ini siswa lebih menguasai teknologi tanpa ribet mempelajari, kami pun tidak bisa memutuskan sendiri karena harus beraudensi dengan orang tua siswa, pihak orang tua siswa kami ajak, kenapa ? karena penggunaan perangkat teknologi untuk anak anak harus diarahkan dibimbing, bila di sekolah maka pihak sekolah yang bertanggung jawab, di rumah menjadi tanggung jawab orang tua”

Untuk tahap awal implementasi tidak 100 % murni teknologi, ada beberapa poin yang masih berbasis manual, tujuannya agar siswa punya keseimbangan dalam dunia teknologi dan manual, karena anak sekolah juga hidup dan berinteraksi dengan dunia non teknologi, namun setidaknya dengan adanya digital class ini, porsi main game pada tablet bisa dikurangi dan diarahkan untuk lebih berguna dalam membantu dalam proses belajar baik di sekolah maupun di rumah.

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH