Content View Hits : 139374

 Kampus Kampungkali

 

We have guests online

Unit Bisnis Angkringan Kembangkan Keterampilan Siswa

PDFPrintEmail
23MAY_SHORT2016
Written by

23 Mei 2016 0:10 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak

SEMARANG – Sekolah kejuruan memiliki cara tersendiri untuk mengembangkan potensi dan keterampilan siswa. Upaya itu dilakukan SMK Theresiana dengan mendirikan sejumlah unit bisnis.

Salah satu unit bisnis yang didirikan adalah Granari Angkring untuk memfasilitasi siswa dengan kompetensi keahlian Patiseri. Sekolah membuka warung makan dengan konsep angkringan yang produknya merupakan hasil karya siswa.

Beberapa produk buatan siswa yang dijual antara lain, mix salad hidroponik yang berisi sayur mayur segar dari cara tanam dengan air. Kemudian roti dan stik kelor yang dibuat dari daun kelor, sebab ternyata tanaman ini mengandung vitamin C serta kalsium yang tinggi.

Kepala SMK Theresiana Semarang, Winarto mengatakan, upaya yang dilakukan bertujuan agar siswa dapat belajar secara komplit di bidang kejuruan. Maka, kompetensi mereka harus difasilitasi agar berkembang dan siap terjun ke dunia usaha atau pun wirausaha.

’’Melalui pola ini kami ingin fasilitasi peserta didik agar saat lulus mereka tetap bisa berinovasi dan kreatif, sehingga usai lulus mereka tidak menganggur.’’ Pada unit bisnis yang di dalamnya mengajarkan tentang produksi hingga pengelolaan produk itu tidak hanya melibatkan satu kompetensi keahlian yang ada di SMK Theresiana.

Kompetensi keahlian lain juga terlibat misalnya, untuk berbagai olahan minuman dikembangkan oleh bidang Farmasi.

Minuman Herbal

’’Di sini siswa membuat aneka minuman herbal atau jamu yang menyehatkan. Adapun yang dijual di Granari Angkring, antara lain wedang Jakemon atau perpaduan jahe kencur lemon yang bermanfaat untuk menghangatkan badan saat masuk angin dan pereda batuk pilek, lalu ada ramuan wedang secang untuk meningkatkan daya tahan tubuh,’’ jelasnya.

Untuk mendukung operasional Granari Angkring yang memiliki arti lumbung gandung/tempat makan dalam bahasa latin itu, setiap hari siswa harus berproduksi menghasilkan produk yang dijual. Kendati demikian, hal itu tidak mengganggu waktu belajar karena tuntutan dari siswa kejuruan adalah harus lebih banyak praktik dibandingkan mendapat teori pembelajaran.

Pada kesempatan itu, SMK Theresiana juga meresmikan unit bisnis dari kompetensi keahlian analisis kesehatan, yakni Seroja Medika yang merupakan laboratorium pemeriksaan kesehatan.

Lalu, Herba Gama 91 dari kompetensi keahlian Farmasi, dan Gama Clean dari kompetensi keahlian Farmasi Industri yang memproduksi barang kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci tangan hingga deterjen pakaian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin yang meresmikan unit bisnis tersebut menyampaikan, tiga hal yang tidak kalah penting dan dikembangkan di sekolah kejuruan adalah unit produksi, kemudian pabrik produksi, dan pusat bisnis.

’’Hal itu penting karena untuk memfasilitasi dan mengembangkan kompetensi siswa agar siap digunakan setelah lulus,’’ungkapnya. Menurut dia, melalui ide kreatif dari SMK Theresiana ini sangat berpeluang bagus dan bernilai ekonomi ke depannya. Dari sini akan memancing kreativitas dan inovasi siswa untuk memproduksi dan berkarya. (K3-72)

Sumber: Suara Merdeka

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL