Content View Hits : 139358

 Kampus Kampungkali

 

We have guests online

The Loving Parents Seminar : Humor

15OCTOBER_SHORT2011

STGS Kampung Kali – 15 Oktober 2011. “Saras, kamu buat mama bete.. tapi mama tetep cinta…!!! “ demikian cuplikan dari materi seminar The Loving Parent Seminar : Humor ( Hubungan Mesra Orang Tua – Remaja ) yang mengambil tema Komunikasi dan Penerapan Disiplin Kepada Remaja. Seminar ini diadakan atas kerjasama SMA Theresiana 1 ( STGS Senior High ) dengan Mitra Peduli Center yang bergerak dalam bisa Jasa Informasi Dan Pelayanan Psikologi Keluarga – Pendidikan ) Semarang . Tampil dalam acaea seminar itu Ibu Adelina Anastasia Aipassa, S.Si. S.Pi yang sehari hari berprofesi sebagai konselor Keluarga dan Coacher Kepribadian.

Seminar yang diikuti oleh para orang tua murid beserta guru guru SMA Theresiana 1 mengambil tempat di gedung Theater kampus STGS Kampung Kali Semarang, acara ini diadakan untuk lebih memahami peran orang tua yang berhubungan langsung dengan anak anaknya, baik dari sisi emosional, kepribadian maupun potensi akademik. Ibu Adelina yang pembawaannya luwes dan sesekali menyelimutkan humor khas anak muda menyapa para orang tua. Perkenalan tentang profesinya sebagai konselor mewarnai pembukaan seminar.

“Selamat datang du dunia remaja … Kaciaaan dech loe … “ demikian Ibu Adelina membuka presentasi Hubungan Harmonis Orang Tua – Remaja, ungkapan tersebut memang terkesan tidak sopan, namun dalam dunia anak muda, ungkapan tersebut tidak terbatas dalam kamus kata, tapi lebih bermakna dalam keakraban. Tak segan Ibu Adelina sampai mengitari peserta seminar agar lebih menghidupkan suasana dialog. Jika menilik acara yang dinamakan “seminar”, biasanya terkesan kaku, namun dalam seminar kali ini malah lebih tepat sebagai sarana dialog atau diskusi, atau mungkin lebih tepat seminar interaktif, Ibu Adelia pun awalnya tidak mengambil tempat di area panggung seminar, namun memilih di barisan terdepan bangku peserta, tujuannya agar lebih dekat melakukan dialog langsung dengan orang tua murid.

Bahasa gaul pada awalnya muncul sejak awal tahun 1970an, bahasa ini biasanya digunakan oleh kaum “bormocorah”, tujuannya agar orang luar tidak mengerti apa yang dibicarakan, lama kelamaan bahasa itu diadaptasi bahkan semakin variatif oleh kalangan anak remaja belasan tahun yang menciptakan kosa kata tertentu seperti bete, gue, ogut, , doski, tauk, nyokap - bokap, culun, dan lain lain yang mungkin bagi kalangan orang tua akan mengkernyitkan dahinya.

Menjadi orang tua sering kita merasa tidak mampu mengimbangi bahasa khas anak muda, bahasa adalah alat komunikasi, bahasa atau kosa kata anak muda jaman sekarang susah sekali dicerna oleh orang tua, dengan adanya seminar interaktif ini, orang tua diajak sejenak untuk membuka diri dalam perkembangan bahasa anak muda sebagai alat komunikasi dalam keluar. Diajak untuk menyingkirkan ego kekuasaan dalam keluarga dan berusaha berposisi menjadi teman, menjadi orang tua saja tidak cukup dalam lingkup keluarga, terkadang orang tua harus bersikap bak teman menghadapi sang anak, apa jadinya ketika anak “ngambek” dengan bahasa gaul sedang orang tuanya tidak mengerti, salah dalam berkomunikasi lebih berbahaya, bisa menimbulkan perpecahan dan fitnah dalam lingkup tertentu.

“Terima kasih Bu Adelina atas waktu anda di Kampus STGS, seminar interaktif yang saling hidup menghidupi”

 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL